Feminism.. Aliran yang bikin saya dan segenap perempuan lain di seluruh dunia ini udah membuat dunia lebih bersahabat dengan perempuan, Aliran Feminism sangat membantu kita (*baca: perempuan) lebih mudah 'bergerak'. Tapi walau begitu banyak yang bilang Feminitas melanggar kodrat kita sebagai perempuan.. Hmm lantas gimana?
Independent
Udah dari jaman dulu, kalo perempuan itu kerjanya di dapur. Perempuan-perempuan yang jadi wanita karir banyak dianggap ga perduli ma keluarga. Banyak juga para suami-suami melarang istri mereka untuk bekerja, alasannya klise takut keluarga jadi keteteran. Kalau kita melihat lebih ke masa lalu lagi, malah lebih ekstreem lagi, perempuan ga punya hak bicara apalagi sekolah. Padahal perempuan juga punya impian setinggi lelaki. Sekolah sampai jenjang tertinggi demi sederet gelar, karir melejit, gaji gede, dan bisa have fun dengan duit sendiri. The point is uda gak jamannya lagi perempuan menggantungkan impian ke para lelaki.
Strength
Perempuan itu kuat lo. Memang ga sekuat lelaki buat ngangkat beban 50kg dan hal fisik lainnya. Perempuan cenderung lebih kuat dalam hal mental. Perempuan punya hormon-hormon yang ga dimiliki lelaki, yang faktanya hormon-hormon itu sakti-sakti! Hormon estrogen dan progesteron bisa menghasilkan lebih banyak emosi ssehingga perempuan punya kemampuan lebih dalam hal mencintai. Totalitas perempuan dalam mencintai ga cuma untuk pasangan saja, tapi juga untuk impian, keluarga, pekerjaan, da segala hal lainnya. Saya rasa cukup dengan modal itu perempuan bisa mengalahkan dominasi lelaki. Sapa seh yang meragukan kecintaan Cut Nyak Dien pada Indonesia sampai bikin beliau berani perang. Siapa juga yang meragukan kecintaan Bunda Teresa pada kemanusiaan hingga membuat dunia menjadi lebih layak ditinggali. Dan banyak perempuan-perempuan lain di dunia ini yang bisa mengukir sejarah yang bisa mengubah dunia. Saya sejujurnya agak muak liat pengumuman lamaran pekerjaan yang banyak beredar di kampus saya, selalu dan selalu diutamakan untuk pria... Hmm saya yang salah jurusan atau???
Keep Balance
Perempuan di tahun 2010 ini memang jauh lebih tangguh dalam menentukan jalan hidupnya dan impian-impiannya. Sangat-sangat berterimakasih untuk Ibu Kartini yang sudah mendobrak emansipasi wanita. Tapi Feminisme bukan sebagai ajang untuk melawan kaum lelaki. Tuhan udah menciptakan perempuan dan lelaki dengan segala perbedaannya untuk saling melengkapi. Gak masalah kug kalau kita memilih bergaya boyish abis, doyan otomotif, Tapi tetap perlu diingat kita tetap gak bisa menilai diri kita terlalu tinggi sampai-sampai ga butuh cowok.Kuncinya tetap, keseimbangan... Kalau kita bisa pantang menyerah memperjuangkan hak-hak untuk bisa mandiri menjadi wanita karir, saat kita udah berkeluarga tetap harus konsisten juga sama keluarga dengan melaksanakan kewajiban dengan sebaik-baiknya. Ibu-ibu rumah tangga yang sukses jadi wanita karir bisa jadi panutan (just like my mother)!
Double Standart
Walau saya sangat menjunjung tinggi feminitas, tapi saya juga gak bisa menyangkal kadang saya menerapkan standar ganda. Saya pengen dibilang mandiri, tapi masih minta antar jemput pacar padahal udah punya kendaraan sendiri. Pengen dibilang kuat, tapi selalu bawel kalo ada cowok ga kasi tempat duduk saat lagi desek-desekan dalam bis. Hal-hal seperti ini yang selalu jadi perdebatan, kita sebagai perempuan sering dianggap curang oleh lelaki.Kalau udah seperti ini, mungkin harus balik lagi ke diri kita sendiri, saya minta diantar jemput karena memang saya lagi gak fit atau karena pulang terlalu malam. Jadi saya memang masih butuh bantuan lelaki.







0 comments:
Posting Komentar
Kasi Comment Pliss