RSS

Setup My Priorities

  • Pentingnya Skala Prioritas
Lagi-lagi karena saya makhluk sosial yang nggak bisa lepas dari aktivitas yang harus saya jalani. Mulai dari kuliah, skripsi, pacar, keluarga, teman, fashion, dan banyak lagi. Kadang (*sering buat saya) hal-hal tersebut bentrok dan membuat saya harus memilih mana yang harus didahulukan. Kalo kita gak punya skala prioritas, kita (*saya tepatnya) akan cenderung memilih berdasarkan mood dan perasaan. Lama-lama hidup jadi gak balance dan endingnya seperti saya, kena omelan dari dosen 2 hari berturut-turut gara-gara lelet ngurus skripsi dan bisa ditebak membuat nafsu makan turun, ga bisa tidur dan nangis terus sampe bikin mata panda saking depresinya.
  • Making Good Priority
Prioritas buat saya sangat subyektif. Bergantung dari orangnya, tiap orang tentu saja punya skala prioritas yang berbeda-beda, tergantung keadaan dan lingkungan tempat hidupnya. Buat bunga (*bukan nama sebenarnya ^^) yang stylish, mungkin prioritas utamanya adalah penampilan. Tapi buat mawar (*lagi-lagi bukan nama sebenarnya) yang doyan game onlen, yang terpenting baginya ya gamenya itu (*rela begadang sampai bangun tengah siang dan telat makan). Tapi yang sebenarnya harus kita capai disini adalah keseimbangan, basic thing ini harus ada saat nyusun skala prioritas. Buat saya walao prioritas saya sempro tapi harus tetap memprioritaskan kesenangan saya.
  • First Things First
Bikin daftar hal-hal penting dalam hidup kamu, dari mulai yang paling penting sampai the less-important one. Kalau buat saya sih, 3 hal teratas adalah hal-hal yang saling mendukung biar ga bertentangan seperti: 
  1. Keluarga
  2. Kuliah
  3. Refreshing 
Hal-hal seperti ini sangat memudahkan saya saat mengambil keputusan nantinya. Seperti saat saya  harus memilih menemani Bapak yang operasi batu ginjal di Surabaya pas barengan ma jadwal UAS tahun 2009 lalu. Berdasarkan daftar memang keluarga ada di bagian atas. tapi bukan berarti saya langsung ke Surabaya dan meninggalkan UAS saya di Jember. Saya justru minta pendapat Ibuk dulu. Dan akhirnya pertengahan UAS pas ada 1 hari kosong saya cabut ke Surabaya pas Bapak masuk ruang operasi. artinya kehadiran saya saat Bapak operasi sangat berarti tanpa harus meninggalkan UAS saya di Jember.
  • Make a To Do-List Quadrant
Untuk hal-hal yang bersifat tugas, seperti tugas proposal Metil yang harus dikumpulkan lusa, sementara hari ini saya diminta menemani keponakan (baby-sitting) umur 5 tahun di rumah dan nggak ada orang lain yang bisa dimintai tolong. tugas Metil jelas lebih penting buat saya daripada sekedar menemani keponakan. Tapi tugas yang dikumpulkan lusa masih bisa dikerjakan besok. Lain cerita kalau tugas Metil dikumpulkan besok.
  • Sinergi
Ketika dua hal penting dalam daftar prioritas saya bentrok sedangkan saya lebih pengen melakukan kegiatan yang less-important. Saya coba untuk melakukan keduanya. Contohnya pas jadwal kuliah Desain proses, saya sudah bolong 3x itu berarti saya tidak bisa bolos lagi, padahal hari itu salah satu mbak kos (*tempat sampah curhatan saya) lagi bikin acara kumpul-kumpul bua melepas masa lajangnya. Hwaaaa saya pengennya ikut mbak kos saya saja. How to synergize? It's time to use technologies! Sms'an atau telpunan bisa bikin saya berada di tengah-tengah mereka. Walau diem-diem disambi kuliah. Hehe ^^
  • Basic Rules of Priority
  1. Family First
  2. Don't Risk Your Health
  3. Education over Fun (Yang ini klise, jangan sampe bersenang-senang (*baca: maen mulu) saat kuliah lagi butuh perhatian 100%)
  4. Girlfriends vs Boyfriend (Melupakan teman saat lagi kasmaran... Ga de.. Saya sebagai cewek butuh waktu juga buat bergosip ria atau sekedar pajamas party)
  • Jangan Buang Waktu
Prioritas akhrab banget ma waktu dan pembagian waktu. Maka dari itu kadang saya tau hal mana yang harus didahulukan, tapi justru malah menghabiskan waktu berjam-jam buat maen fesbuk, nonton tv, glubak-glubuk, hal ini memang penting buat refreshing! tapi kalo kebanyakan, waktu malah terbuang sia-sia. Yaaa ga jauh beda lah ma nasib proposal saya yang saya anggurin berminggu-minggu cuma demi maen fesbuk, ng'blog (*ini penting juga kug) kayak gini.
  • Living with Priority Scale
Tanpa buat daftar, sebenarnya kadang saya tau hal mana yang harusnya didahulukan, tapi justru milih hal lain. Oleh karena itu komitmen sangat perlu ditanamkan di otak bawah sadar kita. Punya prioritas buat saya berpikir lebih logis dan sistematis. Juga akan membantu saya lebih organized dan terlihat well planned.

Sumber: Gogirl Magz dengan sedikit perubahan ^^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Posting Komentar

Kasi Comment Pliss